Medan // Swara Jiwa /// Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung pelayanan jemaah haji di Asrama Haji Medan, Jumat (8/5/2026). Dalam kunjungan, Wamenhaj menegaskan apresiasi kepada petugas tangani jemaah calhaj transit, ujarnya.
Dijelaskan Dahnil, pentingnya kesiapan Sumatera Utara sebagai daerah strategis penyangga operasional haji nasional, khususnya dalam menangani jemaah transit dan pesawat yang mengalami technical landing, ungkapnya.
Dalam kunjungan Wamenhaj didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Dr. Zulkifli Sitorus, Plt Kepala Asrama Haji Medan Akmalsyah, Kabid Bina Haji dan Umrah Dr. Torang Rambe, serta Kasubbag TU Asrama Haji Medan.
Dalam peninjauan tersebut, Dahnil menyapa dan berdialog langsung dengan sejumlah jemaah, termasuk jemaah asal Kalimantan yang mengalami demensia sehingga tertunda keberangkatannya akibat technical landing. Wamenhaj juga menyempatkan diri berbincang dengan keluarga jemaah dan memastikan kondisi jemaah mendapat perhatian petugas.
Selain itu, Dahnil turut menemui jemaah asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang sempat gagal berangkat akibat kadar hemoglobin (Hb) rendah. Kepada jemaah yang sedang menjalani pemulihan kesehatan, ia meminta agar tidak memaksakan diri sebelum benar-benar dinyatakan fit untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Yang penting sehat. Jangan dipaksakan. Kalau sudah benar-benar fit, insyaallah nanti berangkat dengan lancar,” ujarnya memberi semangat kepada jemaah.
“Bapak dan Ibu, jaga kesehatan dan kurangi berbelanja, terutama untuk hal-hal yang tidak penting,” pesannya.
Saat diwawancarai Humas Kanwil Kemenhaj Sumut, Dahnil menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki posisi penting dalam operasional haji tahun ini karena menjadi titik transit sekaligus lokasi mitigasi apabila terjadi kendala penerbangan maupun kondisi kesehatan jemaah.
“Sumut ini menjadi buffer zone. Artinya, Sumatera Utara harus siap melakukan mitigasi dan pelayanan terhadap jemaah yang terpaksa tidak bisa berangkat karena sakit maupun akibat technical landing pesawat,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan pelayanan tambahan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga koordinasi cepat dengan maskapai dan pihak syarikah.
“Beberapa hari lalu ada pesawat yang harus landing di sini dan dilakukan pergantian pesawat. Maka pelayanan harus cepat, termasuk hotel, konsumsi, dan kebutuhan jemaah lainnya,” ungkapnya.
Dahnil mengungkapkan “Alhamdulillah, konsumsi tidak ada masalah, akomodasi lancar, dan pelayanan terhadap jemaah transit maupun technical landing juga berjalan baik,” katanya.
Wamenhaj juga meminta agar kegiatan seremonial keberangkatan tidak dilakukan secara berlebihan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup.
“Mereka membutuhkan energi yang besar. Jadi harus banyak istirahat, termasuk selama di pesawat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Dr. Zulkifli Sitorus, menyampaikan bahwa kunjungan Wamenhaj menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi seluruh petugas embarkasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Alhamdulillah, kunjungan Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah RI menjadi motivasi bagi seluruh jajaran petugas di Embarkasi Medan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Berbagai arahan yang disampaikan akan menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menghadapi dinamika operasional haji seperti technical landing maupun penanganan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, Embarkasi Medan tidak hanya melayani keberangkatan jemaah reguler, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung kelancaran operasional haji nasional. ( ZL/Bahren)

0 komentar:
Posting Komentar