Batang Toru, Swara Jiwa // Para pencari kerja khususnya penduduk Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan meminta perhatian anggota DPRD Sumut,Abdul Rahim Siregar tentang banyak pencari kerja alias pengangguran di kecamatan tersebut. Padahal di kecamatan itu ada beberapa perusahaan besar, diantaranya tambang emas
Hal itu mereka sampaikan ketika mengikuti reses II DPRD Sumut di Desa Aek Pining, Kecamatan Batang Toru, Februari 2026, Reses ini dihadiri lebih dari 100 warga kegiatan yang dihadiri lebih dari 120 masyarakat ini berlangsung hangat dan penuh semangat partisipasi, terutama dari kalangan generasi muda yang aktif menyampaikan gagasan dan harapan.
Desa Aek Pining yang berada tidak jauh dari Desa Garoga, Huta Godang, Batu Hula, hingga perbatasan Aek Ngadol, menjadi titik konsolidasi aspirasi masyarakat kawasan tersebut.
Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu, mereka telah menyampaikan beragam masalah yang sarat dengan persoalan mendasar yang membutuhkan solusi konkret dan terukur dari pemerintah. Setidaknya ada tiga hal masalah yang mereka hadapi selama ini, yakni .1 Akses Obat dan Pelayanan Kesehatan:
Salah satu aspirasi utama yang mencuat adalah persoalan pengadaan obat di puskesmas. Warga mengeluhkan kebijakan yang mengharuskan membeli obat ke salah satu apotek di Padangsidimpuan. Selain jarak yang cukup jauh.
" Kami ini kalau sakit, bukan hanya bayar obat, tapi bayar ongkos juga.
Masyarakat meminta agar pengadaan obat dapat difasilitasi langsung di Batang Toru, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkeadilan. Mereka berharap pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dapat melakukan evaluasi sistem distribusi obat, memperkuat ketersediaan stok di puskesmas, serta memastikan tidak ada lagi praktik yang memberatkan warga.
Menanggapi hal ini, anggota FPKS DPRD Sumut, berkomitmen menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Tapanuli Selatan agar segera ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat.
*2. Krisis Air Bersih
Persoalan paling krusial yang disuarakan warga adalah krisis air bersih. Hingga saat ini, Aek Pining masih mengalami kesulitan air bersih
*3. Lapangan Kerja.
, Generasi muda Batang Toru menyuarakan kegelisahan terkait minimnya lapangan kerja. Kecamatan ini dikenal memiliki potensi alam melimpah, mulai dari sektor pertambangan emas, perkebunan sawit, hingga karet. Namun, masyarakat berharap potensi tersebut tidak hanya dinikmati pihak tertentu, melainkan mampu menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal.
Warga meminta pemerintah membuka pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship), memberikan akses modal usaha, serta memperkuat sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Mereka menginginkan program nyata yang menyasar pemuda desa, agar tidak lagi harus merantau jauh demi mencari pekerjaan.
Di akhir kegiatan, Rahim Siregar menegaskan bahwa reses dimaksud kan untuk menyerap aspirasi masyarakat dari bawah untuk disampaikan kepada pemerintah kabupaten dan dan provinsi Ia berkomitmen mengawal seluruh aspirasi tersebut hingga ke meja pengambil kebijakan.
“Saya tidak ingin reses ini berhenti di catatan. Ini akan saya sampaikan langsung kepada Bupati, Dirut PDAM Tirtanadi, dan jajaran terkait.
Kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di ruang F PKS DPRD Sumut, Selasa (25/2), akan menyampaikan hasil yang dilakukannya kepada gubernur melalui rapat paripurna,Rabu (26/2) ( Bahren Rambe/ Zainal )

0 komentar:
Posting Komentar