MEDAN//Harianswarajiwa// Sekira 150 UMKM Ikuti Workshop I UMKM Untuk Indonesia dengan tema “Dari Usaha Kecil menjadi Usaha Besar” yang digelar Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dan bertempat di Mall Pelayanan Publik, Jumat (16/10).
Acara dibuka Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Siregar, AP, MSi. Pada kesempatan ini menjelaskan, UMKM menghadapi berbagai kendala diantaranya akses permodalan, pemasaran, SDM, teknologi, perizinan. Banyak UMKM mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan formal seperti bank. Hal ini disebabkan oleh kurangnya jaminan atau agunan yang dimiliki oleh UMKM dan prosedur yang rumit untuk mendapatkan pinjaman.
UMKM seringkali kesulitan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal maupun internasional. Keterbatasan dalam pemasaran dan distribusi menjadi hambatan utama. Banyak pelaku UMKM yang masih kurang dalam hal pengetahuan bisnis, manajemen, dan teknologi. Hal ini membuat mereka sulit untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usahanya.
Prosedur perizinan dan regulasi yang rumit dan berbelit-belit seringkali menjadi hambatan bagi UMKM untuk beroperasi secara legal dan formal. UMKM seringkali harus bersaing dengan produk impor yang harganya lebih murah atau kualitasnya lebih baik, sehingga mereka sulit untuk mempertahankan pangsa pasar.
Ricard Stanlay kepada awak media mengatakan bahwa saat ini berusaha untuk meningkatkan pendampingan bagi UMKM sangat penting. Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan pada tahun ini turut melakukan pendampingan bagi UMKM. Dukungan ini bisa berupa pelatihan, konsultasi bisnis, atau bantuan teknis serta penyederhanaan regulasi dan birokrasi. Seperti halnya saat ini yang dilakukan, diprogramkan akan diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Selain itu, meningkatkan infrastruktur dan akses pasar juga sangat penting untuk mendukung perkembangan UMKM di kota Medan.
"Kami dari Senghap 1881 Kesawan turut melakukan pendampingan bagi UMKM. Dukungan ini bisa berupa pelatihan, konsultasi bisnis, atau bantuan teknis serta penyederhanaan regulasi dan birokrasi. Seperti halnya saat ini yang dilakukan, diprogramkan akan diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Selain itu, meningkatkan infrastruktur dan akses pasar juga sangat penting untuk mendukung perkembangan UMKM di kota Medan," terang Stanlay.
Senghap 1881 Kesawan merupakan bagian bisnis yang berfokus untuk mengembangkan dan membina startup berbasis teknologi, UMKM serta Koperasi. Saat ini Senghap bersinergi dengan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan menjalankan program UMKM Untuk kota Medan lebih maju.
Program ini merupakan kolaborasi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dengan Senghap 1881 Kesawan dibawah pimpinan Ricard Stanlay yang bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan UMKM Indonesia khususnya di wilayah kota Medan. (Tim)

0 komentar:
Posting Komentar