Jakarta//Harianswarajiwa//Brigjen Pol. Aries Syahbudin resmi memimpin Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri setelah dilantik Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Senin (12/10/2026). Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi Korlantas untuk melanjutkan agenda peningkatan keselamatan berlalu lintas dan penataan angkutan barang.
Aries menggantikan Irjen Pol. Wibowo berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima jabatan di Lapangan NTMC Korlantas Polri, Jakarta, pada hari yang sama.Pergantian tersebut berlangsung di tengah beragam tantangan lalu lintas nasional, mulai dari pengelolaan arus kendaraan pada masa mudik, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga persiapan penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027.
Aries merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Ia memiliki pengalaman bertugas di tingkat kewilayahan maupun pusat, khususnya dalam bidang lalu lintas dan operasional kepolisian.Dalam perjalanan kariernya, Aries pernah menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dan Polda Sulawesi Selatan. Pengalaman tersebut memberinya ruang penugasan untuk menangani persoalan lalu lintas dengan karakteristik wilayah yang berbeda.
Di lingkungan Korlantas Polri, ia juga pernah menduduki jabatan Kasubdit Audit dan Inspeksi Ditkamsel, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), serta Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri.Rangkaian penugasan itu mencakup aspek pengawasan, perencanaan operasi, koordinasi personel, dan pelaksanaan kebijakan. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Aries dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan korps lalu lintas.
Salah satu bidang yang menjadi bagian dari pengalaman Aries adalah persiapan operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru serta arus mudik dan balik Lebaran.Dalam persiapan Operasi Ketupat 2025, pemetaan titik rawan kecelakaan, antisipasi kepadatan kendaraan, dan kesiapan rekayasa lalu lintas menjadi bagian dari upaya pengendalian arus mudik.
Evaluasi Korlantas Polri terhadap Operasi Ketupat 2025 mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 31 persen dan jumlah korban meninggal dunia sebesar 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam evaluasi pengamanan lalu lintas. Namun, capaian operasi merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan personel kepolisian dan instansi terkait.
Ke depan, tantangan Korlantas bukan hanya menjaga kelancaran perjalanan pada masa mudik, tetapi juga memastikan upaya pencegahan kecelakaan berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun.Selain keselamatan jalan, penataan kendaraan angkutan barang juga menjadi perhatian dalam agenda lalu lintas nasional.
Kebijakan Zero ODOL diarahkan untuk menertibkan kendaraan yang memiliki dimensi atau muatan melebihi ketentuan. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi antara kepolisian, kementerian terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha transportasi, dan pengemudi.
Pendekatan yang disiapkan mencakup sosialisasi, peringatan, serta penegakan hukum. Konsistensi pengawasan dan kesiapan para pelaku usaha menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif.Persiapan menuju Zero ODOL 2027 karena itu menjadi salah satu agenda yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari jajaran Korlantas Polri.
Penertiban kendaraan yang melanggar ketentuan diharapkan dapat mendukung keselamatan pengguna jalan, meningkatkan ketertiban angkutan barang, dan mengurangi risiko kerusakan infrastruktur akibat kendaraan yang membawa muatan berlebih.Dengan pengalaman dari penugasan di daerah hingga tingkat pusat, Aries kini menghadapi tanggung jawab yang lebih luas dalam memimpin Korlantas Polri.
Sejumlah agenda menuntut perhatian, di antaranya penguatan pencegahan kecelakaan, pengelolaan lalu lintas pada jalur padat, peningkatan pelayanan berbasis teknologi, serta konsistensi penegakan hukum.Koordinasi lintas instansi juga menjadi kebutuhan penting karena persoalan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan perilaku pengguna jalan, tetapi juga kondisi infrastruktur, pengawasan kendaraan, dan tata kelola transportasi.
Penunjukan Aries menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di Korlantas Polri. Pengalaman operasional yang dimilikinya menjadi modal awal, sedangkan keberhasilan kepemimpinannya akan terlihat dari pelaksanaan program, kualitas pelayanan, dan hasil nyata dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas.(Jun)

0 komentar:
Posting Komentar