Sanggau –Harian Swara Jiwa // Rumah Belajar Al-Masroor mulai diresmikan pada Sabtu sore, 8 November 2025.
Program literasi ini hadir sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat pelosok, sekaligus sebagai program memerangi buta huruf, menyediakan ruang belajar gratis bagi anak-anak tanpa memandang suku, agama, dan status sosial.
Acara pembukaan dipimpin oleh Mubaligh Daerah Kalbar 2, Mln. Sajid Ahmad Sutikno. Hadir pula Amir Daerah Kalbar 2, Muhtar Hadi, perwakilan tokoh masyarakat, warga sekitar, serta anak-anak.
Dalam sambutannya, Muhtar Hadi menegaskan bahwa rumah belajar ini merupakan kegiatan sukarela untuk mencerdaskan generasi muda.
“Dengan membaca, kita bisa melihat dunia. Anak-anak perlu dibiasakan membaca agar wawasan mereka terbuka,” ujarnya.
Literatur yang tersedia disesuaikan dengan usia anak-anak dan bersifat umum.
Mulai dari cerita rakyat, kebangsaan, moral, hingga pengetahuan sederhana. Ia berharap para orang tua mendorong anak-anak memanfaatkan fasilitas belajar ini.
Untuk sementara, kegiatan berlangsung di serambi rumah warga bernama Kocek, yang mengizinkan tempatnya dipakai sebagai lokasi belajar.
Rumah belajar sederhana ini dikelola relawan Ustadz Sulthonul Qalam dan dibantu warga setempat, Kusnadi, Kocek, dan Qomarudin.
Perwakilan tokoh masyarakat sekaligus guru SD setempat, Kusnatan, menyambut baik kehadiran rumah belajar ini. Ia menyebut kegiatan literasi tersebut sangat mendukung program pemerintah, terutama untuk meningkatkan kemampuan baca tulis di tingkat sekolah dasar.
“Membaca itu jendela dunia. Dengan bisa membaca, anak-anak dapat menggapai cita-cita,” ungkapnya.
Kusnatan mengapresiasi pengelola dan relawan atas pengabdian dan kepedulian mereka dalam membimbing anak-anak.
Ia mengajak para orang tua mendukung penuh kegiatan ini. “Siapa lagi yang memikirkan anak-anak kalau bukan kita sendiri,” tegasnya.
Ustadz Sulthonul Qalam turut mengajak anak-anak agar rajin datang belajar. Menurutnya, rumah belajar ini tidak hanya mengajarkan baca tulis, tetapi juga moral agar anak-anak tumbuh berkarakter baik.
“Zaman maju, tapi moral generasi muda justru menurun. Di sini kita belajar sopan santun dan hormat kepada orang tua,” katanya.
Untuk tahap awal, kegiatan belajar dijadwalkan setiap Kamis sore.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama sesuai keyakinan masing-masing, dipimpin oleh Mln. Mukhlis Ahmad.
Anak-anak yang hadir tampak antusias dan menyatakan kegembiraan mereka atas hadirnya rumah belajar ini. ( Jun )
0 komentar:
Posting Komentar