
Agenda utama pertemuan mencakup perkembangan dan prospek ekonomi, tantangan global, serta arah kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir memberikan arahan mengenai langkah pemerintah memperkuat fondasi ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Presiden menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Ekonomi Nasional, dan lembaga terkait dalam menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7% dan meningkat pada 2027 menjadi 5,1–5,9%.
Ia menekankan sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah sebagai kunci pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa bauran kebijakan moneter dan fiskal menjadi fondasi utama agar ekonomi tetap tumbuh dan berdaya tahan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara turut menyaksikan PTBI 2025 dan melanjutkan kegiatan PTBI wilayah Sumatera Utara.
Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Iman Gunadi, mengapresiasi sinergi pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk pengendalian inflasi melalui TPID dan GNPIP, serta menjaga stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran melalui TPKAD dan TP2DD.
Iman meyakini perekonomian Sumatera Utara akan membaik dengan inflasi terjaga di kisaran 2,5% ± 1%, berkat kolaborasi semua pihak dan pelajaran dari capaian 2025.
Percepatan transformasi struktural perlu terus ditingkatkan untuk memperkuat daya saing, memperbaiki struktur ekonomi, serta mendorong penciptaan lapangan kerja.
Transformasi struktural diharapkan meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penguatan UMKM, Pendapatan Asli Daerah dan belanja daerah dengan efek pengganda tinggi, investasi dan hilirisasi dengan ekosistem perizinan kompetitif, serta kinerja ekspor produk bernilai tambah. PTBI 2025 menjadi momentum strategis memperkuat sinergi lintas sektor demi ekonomi Indonesia yang stabil, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. ( BR )
0 komentar:
Posting Komentar