Palu // Swara Jiwa // Di bawah teriknya matahari Kota Palu, tampak deretan tanaman anggur tumbuh rapi di lahan seluas beberapa hektare. Inilah Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, yang berlokasi di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kawasan ini menjadi bukti nyata bahwa program Reforma Agraria bukan sekadar memberikan sertipikat tanah, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Cerita kebangkitan para petani anggur di Duyu dimulai dari tekad dan keberanian untuk bangkit dari keterpurukan. Saifuddin (45), Ketua Kelompok Tani Duyu Bangkit, masih ingat betul bagaimana perjuangan mereka dimulai dari nol, dengan modal semangat dan keyakinan untuk berubah.
“Kami buat kebun anggur ini dari nol sekali. Semangat kita, jalan saja dulu agar bisa bangkit dan punya penghasilan. Awalnya kami buat seadanya, tahun pertama malah rugi. Tapi kami terus berusaha. Akhirnya pada tahun 2021, BPN masuk membantu kami dengan berkoordinasi ke pemerintah kota. Alhamdulillah, sejak saat itu banyak hal berubah,” kenang Saifuddin saat ditemui di kebun anggurnya, Senin (03/11/2025).
Melalui pendampingan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), masyarakat Duyu mendapatkan kepastian hukum atas lahan yang mereka kelola. Tak hanya itu, mereka juga memperoleh dukungan dalam bentuk pelatihan, perencanaan usaha, dan akses terhadap program pemberdayaan ekonomi berbasis lahan.
Kini, Kampung Duyu Bangkit tidak hanya dikenal sebagai wilayah Reforma Agraria, tetapi juga sebagai sentra baru budidaya anggur di Palu. Hasil panen anggur yang dulunya hanya untuk konsumsi lokal, kini mulai menembus pasar kota dan menjadi sumber penghasilan tetap bagi para petani.
Program Reforma Agraria di wilayah ini menjadi contoh bagaimana tanah tidak hanya memberi ruang hidup, tetapi juga membangun kemandirian dan martabat masyarakat. Melalui kepastian hukum, pendampingan, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat Duyu membuktikan bahwa Reforma Agraria dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Dengan semangat “Duyu Bangkit”, para petani terus memperluas kebun mereka, mengembangkan varietas unggul, dan berinovasi dalam pengolahan hasil pertanian. Mereka kini menjadi contoh nyata bahwa Reforma Agraria adalah perjalanan menuju kemandirian, bukan sekadar soal sertipikat (ç.siahaan)
0 komentar:
Posting Komentar