728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement
  • Latest News

    16.11.25

    Isu Penggunaan Ponsel dan Penjualan Kamar di Lapas Medan Tidak Berdasar, Kalapas Herry Suhasmin Justru Berbenah Total


    MEDAN — Harian Swara Jiwa // Menyikapi berbagai isu miring yang beredar terkait dugaan peredaran ponsel serta praktik penjualan kamar di Lapas Klas IA Medan Tanjung Gusta, Direktur Eksekutif Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (BARAPAKSI), Otti Batubara, angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dan penegasan. BARAPAKSI menyebut isu tersebut tidak dapat serta-merta dipercaya tanpa verifikasi karena berpotensi mencoreng kerja keras petugas pemasyarakatan yang selama ini menjalankan tugas secara profesional.

    Otti menegaskan bahwa selama masa kepemimpinan Kalapas Herry Suhasmin, Lapas Tanjung Gusta justru menunjukkan peningkatan kedisiplinan, ketertiban, serta penerapan tegas berbagai kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. “Kami melihat langsung bagaimana Kalapas bekerja keras menata sistem. Itu bukan sekadar kata-kata, tetapi komitmen nyata,” tegasnya.

    Menurut Otti, mudah sekali bagi pihak luar untuk melempar isu tanpa dasar yang kuat, terlebih dalam situasi sensitif seperti setelah terungkapnya kasus scamming yang melibatkan narapidana. Namun ia menilai penting bagi publik untuk membedakan antara tindakan oknum masa lalu dengan kepemimpinan saat ini. “Herry Suhasmin baru menjabat, dan beliau justru sedang membersihkan sisa-sisa kebiasaan buruk lama,” jelasnya.

    BARAPAKSI juga menilai peredaran ponsel di dalam lapas mustahil terjadi secara terang-terangan seperti yang dibahas dalam beberapa pemberitaan. Otti menegaskan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan banyak keluarga warga binaan dan tidak menemukan bukti kuat adanya pembiaran. “Kalapas saat ini sangat tegas. Beliau berulang kali menegaskan bahwa ponsel adalah barang terlarang, dan kami percaya itu ditegakkan,” ujar Otti.

    Terkait isu penjualan kamar yang disebut mencapai ratusan juta, BARAPAKSI menyatakan hal tersebut sulit diterima secara logis, mengingat kondisi Lapas Tanjung Gusta yang kelebihan kapasitas hingga hampir tiga kali lipat. “Dengan kondisi lapas yang penuh sesak, sangat tidak masuk akal jika ada kamar yang ‘dijual’. Itu tuduhan yang tidak berdasar,” kata Otti.

    Ia menambahkan, publik harus memahami bahwa Kalapas Herry Suhasmin justru tengah mengimplementasikan 13 kebijakan prioritas Menteri Imipas yang melarang keras seluruh bentuk pungli dan tindakan yang mencederai integritas pemasyarakatan. “Mengatakan Kalapas bermain-main dengan aturan justru bertentangan dengan rekam jejak beliau. Herry dikenal bersih, tegas, dan berani menolak praktek tidak etis,” ungkapnya.

    Otti juga mengapresiasi sikap Kalapas yang responsif dan terbuka saat dikonfirmasi wartawan. Menurutnya, seorang pemimpin yang secara langsung memberikan klarifikasi adalah sosok yang layak dihargai, bukan disudutkan. “Beliau tidak lari dari pertanyaan. Itu menunjukkan integritas dan transparansi,” tambahnya.

    Direktur BARAPAKSI itu pun mengingatkan bahwa lembaga pemasyarakatan adalah institusi besar yang memiliki tantangan kompleks. Karena itu, ia meminta publik untuk tidak mudah terpancing isu yang belum terbukti. “Kesalahan kecil bisa berdampak besar, dan Kalapas sangat memahami itu. Beliau menjalankan tugas dengan prinsip kehati-hatian dan disiplin ketat,” ujarnya.

    Otti menegaskan bahwa BARAPAKSI akan selalu mendukung pejabat yang bekerja bersih dan profesional, termasuk Kalapas Herry Suhasmin yang menurutnya sedang berusaha keras membenahi sistem pemasyarakatan. Ia mengajak semua pihak memberi kepercayaan penuh kepada Kalapas agar pembenahan internal dapat berjalan maksimal. “Daripada menyebar isu, mari kita dukung orang yang benar-benar bekerja,” pesannya.

    Kalapas Herry Suhasmin ketika di konfirmasi, Sabtu(15/11/2025) mengatakan bahwa beliau sedang rapat pengamanan.

    “Kami baru selesai rapat pengamanan, saya kumpulkan semua pengamanan dan bicara bahwa menindak tegas petugas yg berani bermain dgn narkoba dan mengizinkan peredaran hp di dalam lapas. Ini tidak bisa di tolerir,” ujarnya

    Sebagai penutup, Otti Batubara menegaskan bahwa BARAPAKSI siap mengawal kinerja Lapas Tanjung Gusta secara objektif dan independen, namun tetap memberikan apresiasi pada pemimpin yang menunjukkan dedikasi tinggi.

    “Kami percaya pada komitmen Kalapas Herry Suhasmin. Beliau sosok yang tidak akan menodai amanah tugas. Itulah yang harus diberitakan—kinerjanya, bukan isu tidak berdasar,” tutupnya. (Red)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Isu Penggunaan Ponsel dan Penjualan Kamar di Lapas Medan Tidak Berdasar, Kalapas Herry Suhasmin Justru Berbenah Total Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top