728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement
  • Latest News

    30.7.26

    Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan: Pejabat Administrator Harus Menjadi Arsitek Perubahan demi Pelayanan

     


    Jakarta – swara jiwa//Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa Pejabat Administrator tidak boleh hanya berperan sebagai pengelola rutinitas birokrasi, tetapi harus menjadi motor penggerak transformasi dan arsitek perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.

    Pesan tersebut disampaikan Wamen Ossy saat memberikan pengarahan secara daring kepada ratusan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026, Senin (27/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi bertajuk "Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia."

    Menurut Wamen Ossy, keberhasilan transformasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN sangat bergantung pada peran aktif para Pejabat Administrator dalam mengimplementasikan perubahan hingga ke lini pelayanan terdepan.

    «"Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan," tegasnya.»

    Ia menjelaskan, seluruh upaya transformasi yang tengah dijalankan Kementerian ATR/BPN bermuara pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang agar semakin mudah diakses, cepat, transparan, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

    "Kita sedang membangun sebuah institusi yang semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah, organisasi yang semakin adaptif, dan integritas yang semakin kuat," ujarnya.

    Wamen Ossy menekankan bahwa transformasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembaruan sistem dan pemanfaatan teknologi digital. Keberhasilan perubahan juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan organisasi.

    Oleh karena itu, setiap Pejabat Administrator dituntut memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta terus meningkatkan kompetensi dan integritas sebagai pemimpin.

    Ia berharap seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan budaya kerja adaptif, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

    Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga oleh seluruh jajaran ATR/BPN.

    «"Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun," ungkapnya.»

    Di akhir arahannya, Wamen Ossy menyampaikan keyakinannya bahwa apabila setiap administrator kembali ke unit kerjanya dengan semangat melakukan perubahan, maka transformasi Kementerian ATR/BPN akan berkembang menjadi sebuah gerakan bersama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, pelayanan publik yang semakin berkualitas, kepastian hukum di bidang pertanahan dan tata ruang yang semakin kuat, serta kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera.

    Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Kementerian ATR/BPN dalam mewujudkan pelayanan berkelas dunia melalui birokrasi yang modern, profesional, dan terpercaya.(c.siahaan)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan: Pejabat Administrator Harus Menjadi Arsitek Perubahan demi Pelayanan Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top