![]() |
| foto ilustrasi |
Medan///Swara Jiwa///Dinas Pendidikan dan budaya kota Sibolga kini tengah diterpa isu miring terkait dugaan korupsi,penyelewengan anggaran. Alokasi dana untuk perjalanan dinas serta belanja makan dan minum serta pengadaan ATK pada tahun anggaran 2025 diduga kuat mengandung unsur fiktif dan Mark up anggaran tersebut dimana Anggaran ATK Bahan Cetak Dan Belanja bahan komputer sebesar Rp7,9 Milliar dan perjalanan dinas sebesar Rp903 Juta serta Belanja makan minum sebesar Rp8,9 Milliar
Penggiat anti korupsi Jaya Simanjuntak menyatakan bahwa adanya dugaan Kecurigaan ini muncul setelah adanya laporan mengenai ketidaksesuaian antara realisasi kegiatan di lapangan dengan laporan pertanggungjawaban keuangan. Praktik ini diduga melibatkan oknum internal yang memanipulasi data perjalanan dinas dan pengadaan konsumsi untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta pengadaan ATK bahan cetak dan komputer yang rentan diduga di mark up"Ujar Jaya Simanjuntak Yang juga Ketua umum LSM LP3SU saat di jumpai Awak Media Di Kopi Box Mahattan Apartement Medan,Sabtu 25/07/2026
“Poin utama dugaan penyelewengan belanja perjalanan dinas terdapat laporan kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah yang tercatat secara administratif namun diduga tidak pernah dilaksanakan oleh pejabat terkait, dan belanja Makan Minum atau pengadaan konsumsi untuk rapat dan kegiatan dinas lainnya diduga digelembungkan (mark-up) atau dipesan dari penyedia jasa yang tidak sesuai dengan faktur aslinya serta pengadaan ATK dan bahan cetak,bahan komputer diduga kuat juga di mark up"ungkap Bang Simanjuntak yang selalu sowan ke awak media
Lanjut Ketum LSM LP3SU Bang Jaya Simanjuntak selaku aktivis anti korupsi sangat menyayang Isu mark-up anggaran ini mencuat di tengah instruksi pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas dan makan minum serta belanja ATK ini,kegiatan seremonial guna menjaga stabilitas fiskal daerah"Ucap Bang Simanjuntak
Menurut Ketum LSM LP3SU Bang Simanjuntak selain belanja makan minum dan perjalanan dinas, juga belanja ATK,bahan cetak dan belanja bahan komputer juga diduga jadi lahan korupsi di dinas pendidikan kota Sibolga dengan modus pengadaan/lelang tidak melalui LPSE serta belanja jasa pengawas dan perencanaan tidak rasional""Tandas Bang Juntak
“Kami berharap melalui berita ini, pihak berwenang seperti Kajati Sumut dan kapoldasu segera melakukan audit investigatif untuk memberi efek jera kepada mereka yang melakukan penyalagunaan wewenang Di dinas pendidikan dan budaya Kota sibolga'Tutup Bang Juntak.(Toto/Herbet)

0 komentar:
Posting Komentar