Penyambungan,Harianswarajiwa//Menjelang peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, semangat Patriotik, Gigih, Berempati itu diwujudkan nyata oleh dua pengkhidmat kemanusiaan asal Panyabungan.
Mereka adalah *H. Zulfahri Aziz Lubis (Pendiri Klinik Homeopati Jerman & Swara Hati Rakyat )* dan *Ilyas Lubis, SH.*
Selama 9 hari, *18-26 Oktober 2026*, keduanya melakukan Visit Patient dan Pelayanan Pengobatan Homeopati Jerman dengan menyusuri jalan terjal dan masuk ke rumah-rumah panggung di Desa terpencil, khususnya Desa Banjar Melayu.
1. *Desa Banjar Melayu, Kecamatan Batang Natal*
2. *Desa Pulau Padang, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal.*
Bukan di gedung mewah, pelayanan dilakukan langsung di rumah pasien. Dengan ransel ungu yang menjadi ciri khasnya, H. Zulfahri Aziz Lubis memeriksa pasien satu per satu, sementara Ilyas Lubis, SH mendampingi dan mendata, serta sekaligus berperan sebagai Asisten Homeopati.
*52 Pasien Terlayani*
Hasilnya, sebanyak *52 pasien* berhasil dilayani dengan berbagai keluhan. Mayoritas mengeluhkan hipertensi, nyeri sendi (rematik), gangguan pencernaan (maag kronis), gatal alergi, dan kelelahan, bahkan kanker.
Yang paling menyentuh, tim menemukan *11 pasutri* yang sudah bertahun-tahun menanti momongan belum dikaruniai keturunan. Dari jumlah itu, *8 pasang pasutri* kini resmi didampingi secara intensif dalam *Program Kehamilan (ProMil) Klinik Homeopati Jerman*
> "Kami datang bukan sebagai dokter yang menggurui, tapi sebagai khidmat kemanusiaan. Sesuai tema Sumpah Pemuda tahun ini, kami ingin berempati. Banyak warga khususnya di Desa Banjar Melayu dan Pulau Padang yang kesulitan akses ke rumah sakit. Kalau kami tidak datang, siapa lagi?" ujar H. Zulfahri Aziz Lubis kepada Swara Jiwa, Minggu (26/10) malam sepulang dari Pulau Padang.
Sementara itu, Ilyas Lubis, SH menambahkan, visit ini adalah wujud nyata dari nilai Sumpah Pemuda.
> "Sumpah Pemuda 1928 itu tentang persatuan. Hari ini, persatuan itu kita artikan dengan saling menguatkan. Kami berdua ingin membuktikan, semangat pemuda itu tidak hanya upacara di lapangan, tapi kerja nyata di pelosok. Sejajar, bersama-sama, untuk rakyat," kata Ilyas Lubis, SH yang dalam foto tampak berpeci putih bordir dan berselendang.
*Bersatu, Bertumbuh, Berkontribusi*
Kegiatan ini didukung penuh oleh *Swara Hati Rakyat dan *Klinik Homeopati Jerman Panyabungan* sebagai bagian dari gerakan "Bersatu, Bertumbuh, Berkontribusi untuk Negeri".
Masyarakat Banjar Melayu dan Pulau Padang menyambut antusias. Salah seorang warga, Siti Maryam (33), mengaku baru pertama kali mendapat pemeriksaan yang datang langsung ke rumah.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Pak Zulfahri dan Pak Ilyas. Jauh-jauh datang ke sini. Semoga Allah membalas kebaikannya," ujarnya.
Dengan ransel ungu dan selendang yang basah oleh keringat perjalanan, dua pemuda ini pulang membawa pesan: bahwa Indonesia masih butuh pemuda yang patriotik dengan pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati terhadap sesama.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98

0 komentar:
Posting Komentar