728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement
  • Latest News

    22.10.26

    Bahlil Lahadalia Resmikan Proyek Gas Rp13 Triliun,Kejar Target Swasembada Energi

    Jakarta//Harianswarajiwa//Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan operasional proyek gas di Sumur Jangkrik dan Lapangan Maha. Peresmian yang dipantau secara daring dari Jakarta pada Kamis (22/10/26) ini menambah pasokan gas nasional sebanyak 290 juta kaki kubik per hari. Pemerintah menilai tambahan produksi tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi dan mengejar target swasembada energi.

    Tambahan pasokan tersebut berasal dari dua sumber. Sebanyak 60 juta kaki kubik gas per hari dialirkan dari Sumur Jangkrik North East #6 (JNE#6) menuju fasilitas pengolahan gas terapung. Sementara 230 juta kaki kubik per hari lainnya akan berasal dari dua sumur di Lapangan Maha yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026. "Saya meresmikan operasional lapangan Mahakam Hub yang akan mencapai kurang lebih sekitar 290 MMSCFD," ujar Bahlil.

    Dengan tambahan pasokan tersebut, kapasitas pengolahan gas di fasilitas terapung Jangkrik diperkirakan meningkat dari sebelumnya 550 juta menjadi 700 hingga 750 juta kaki kubik per hari. Kenaikan produksi itu memperkuat posisi Jangkrik sebagai salah satu pemasok gas utama nasional. Bahlil menyebut peningkatan produksi gas menjadi faktor penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan energi dari luar negeri.

    Pemerintah menargetkan total produksi gas nasional pada 2028 hingga 2029 mencapai sekitar 3.000 juta kaki kubik per hari. Selain gas, produksi cairan kondensat ditargetkan mencapai sekitar 130 ribu barel per hari. "Di 2028–2029, total produksi kita nanti untuk gas itu mencapai sekitar 3 ribu MMSCFD, dan untuk kondensat kurang lebih 130 ribu barel per hari," kata Bahlil.

    Nilai investasi proyek gas ini mencapai 840 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar Rp13 triliun. Lapangan Maha sendiri memiliki cadangan gas sekitar 438 miliar kaki kubik, dengan pengembangan mencakup dua sumur produksi dan sistem bawah laut. Bahlil juga menyoroti pengembangan Sumur Geliga-1 di lepas pantai Kalimantan Timur yang berpotensi menambah produksi gas nasional ke depannya.

    Ia pun mengapresiasi ENI dan Searah yang mengembangkan proyek tersebut. Menurut Bahlil, keberhasilan proyek energi tidak hanya diukur dari nilai investasinya, tetapi juga kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional. "Bagi saya, angkanya besar. Tetapi kalau dibandingkan dengan ketahanan energi kita untuk menuju swasembada energi, itulah jauh lebih penting.(Jun)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Bahlil Lahadalia Resmikan Proyek Gas Rp13 Triliun,Kejar Target Swasembada Energi Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top