Batam///Harianswarajiwa//PT PLN Batam akhirnya memberikan klarifikasi resmi meluruskan rumor liar yang beredar di tengah masyarakat pasca-insiden pemadaman listrik total (blackout) selama 19 jam yang melumpuhkan wilayah Batam dan Bintan.Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, membantah keras tuduhan yang menyebut lonjakan beban pasokan ke fasilitas Data Center sebagai pemicu utama lumpuhnya sistem kelistrikan daerah tersebut.
Isu tersebut sempat berhembus kencang di media sosial menyusul rumor mengenai gangguan conditioning pada fasilitas data center—seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah tetangga seperti Johor maupun Sri Lanka.Untuk Batam, pemadaman yang terjadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan data center. Walaupun ada isu soal conditioning data center, kami tegaskan info itu sama sekali tidak benar,” tegas Kwin Fo dalam konferensi pers usai proses pemulihan kelistrikan.Kwin Fo menjelaskan, penyebab sebenarnya dari blackout berawal dari masalah teknis dan temuan tak biasa di lapangan, bukan akibat beban industri data center.
Gangguan pertama terdeteksi pada Senin (12/10/2026) pukul 06.28 WIB di Gardu Induk (GI) Sei Harapan. Percikan api yang timbul di trafo gagal diredam oleh pemutus beban (Circuit Breaker/CB), sehingga merambat ke GI Sagulung dan memicu lepasnya Pembangkit Tanjung Uncang berkapasitas 220 MW. Hal ini memicu efek domino hingga hampir seluruh pembangkit lepas dari jaringan utama 150 kV pada pukul 06.37 WIBNamun, proses investigasi bersama Tim Teknis PLN Batam, Polda Kepri, hingga Bareskrim Mabes Polri justru menemukan sejumlah kejanggalan:
CCTV Bergeser Misterius: Satu unit kamera CCTV yang dikhususkan mengawasi trafo sumber percikan api diketahui berubah arah secara misterius sejak Minggu (11/10/2026) pukul 18.43 WIB—sehari sebelum kejadian—sehingga detik-detik percikan api tidak terekam sempurna.Kawat Pengaman Satwa Mati: Kawat pagar bertegangan listrik yang berfungsi merintangi hewan liar masuk ke area vital tidak diaktifkan saat kejadian, berlawanan dengan standar operasional (SOP).
Temuan Satwa Liar: Petugas menemukan seekor hewan liar dengan luka bakar parah tergeletak di bawah trafo pada pukul 10.30 WIB.Pihak kepolisian bersama manajemen kini tengah mendalami faktor pergeseran CCTV dan pagar listrik yang mati tersebut. “Keyakinan kami itu bukan karena hewan (yang menggeser CCTV). Memang ada personel PLN yang mungkin tidak sengaja menggesernya, tetapi pendalaman lengkap masih dilakukan pihak berwajib,” jelas Kwin Fo.
Di tempat yang sama, Direktur Operasi PT PLN Batam, Dinda Alamsyah, menyampaikan bahwa pengujian teknis menyeluruh telah dilakukan bersama aparat kepolisian di GI Sei Harapan.Hasil uji teknis menunjukkan seluruh peralatan CB 150 kV, CB 20 kV, relay, hingga baterai dan power supply DC berfungsi normal sesuai standar. Saat proses pemulihan (recovery), peralatan bisa dioperasikan kembali tanpa kendala,” terang Dinda.
Pasca-pemulihan penuh yang memakan waktu hingga 19 jam hingga Selasa (13/10/2026) pukul 01.00 WIB, PLN Batam berjanji segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengamanan fisik gardu induk.Minggu ini kami fokus penuh pada pemulihan. Minggu depan kami mulai kalkulasi lagi kerugian, termasuk kerugian yang dialami masyarakat dan pelaku usaha,” kata Kwin Fo.
Untuk meminimalisir potensi gangguan satwa liar di masa mendatang, PLN Batam juga memutuskan untuk membangun tembok bata permanen di sekitar area vital pengganti sistem pagar kawat listrik.(Tim)

0 komentar:
Posting Komentar