Medan,( Swara Jiwa ) Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Untuk Indonesia Raya (AMSU RINDRA) Zulhamri Daeng mendapat serangan fitnah dan hoaks pasca aksi demo di Kantor DPD Gerindra Sumut, Rabu (27/8) yang menuntut pencopotan Zakky Shahri dari Ketua DPRD Deli Serdang.
Zulhamri Daeng ramai dibincangkan di media sosial bahkan di salah satu media online Pos Metro sebagai kader PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan menjabat Ketua PAC PKB Medan Kota. Dalam berita dan perbincangan di media sosial, Zulhamri Daeng dihujat sosok yang janggal sebagai kader PKB tetapi demo di Kantor Gerindra.
"Faktanya saya bukanlah kader PKB dan bukan Ketua PAC PKB Medan Kota. Saya perlu mengklarifikasi ini untuk membersihkan nama saya dari hujatan dan fitnah yang bisa merusak kredibilitas saya dan nama keluarga," tegas Zulhamri Daeng dalam keterangan persnya, Kamis (28/8).
Zulhamri Daeng menegaskan bahwa aksi yang dilakukannya adalah membawa nama AMSU RINDRA di dalamnya berisi elemen masyarakat Sumatera Utara yang peduli dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam aliansi ini berhimpun banyak elemen yang berasal dari ragam partai, organisasi dan disatukan oleh pemahaman yang sama yaitu memberikan Program Asta Cita.
"Aliansi ini bukan Anderbownya Partai Gerindra tetapi murni aliansi masyarakat. Dan kami mengikuti sepak terjang Zakky Shahri dalam kurun waktu sejak Bupati Dr Asril Tambunan dan Wakil Bupati Lomlom Suwondo memimpin Kabupaten Deli Serdang.
Ada kesan kuat sikap politiknya tidak sejalan atau mendukung program Asta Cita di Kabupaten deli serdang. Sehingga kami memutuskan melakukan aksi demo.
Kenapa harus ke Kantor Gerindra Sumut? Karena yang bisa menggantikannya adalah penarikan melalui pergantian Ketua DPRD usulan DPP dan DPD Partai Gerindra berhubung Zakky Shahri adalah kadernya," urai Zulhamri Daeng.
Zulhamri yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda dan aktivis sosial kemasyarakatan ini menyebut hujatan dan hoaks ini adalah bagian dari upaya untuk menekan AMSU RINDRA agar tidak lagi berani bersuara menyoroti pencopotan Zakky Shahri dari Ketua DPRD dan sebagai Ketua DPC Gerindra Deli Serdang.
Namun ia mengaku tidak mundur dengan hujatan serta berita hoaks termasuk intimidasi yang ia terima sejak awal mengirimkan surat pemberitahuan aksi demo ke Polresta Medan maupun ke kantor DPD P Gerindra Sumut.
"Jika saudara Zakky Shahri masih terkesan tidak mendukung Program Asta Cita agar berjalan dengan baik di Kabupaten Deli Serdang maka AMSU RINDRA akan melakukan aksi menghadirkan ribuan masyarakat berdemo di Kantor DPRD Deli Serdang," tegasnya.
Zulhamri mengaku setelah melakukan aksi demo, ia mendapat tambahan informasi kejanggalan anggaran perjalanan dinas Zakky Shahri selaku Ketua DPRD yang sudah mencapai miliaran rupiah. Di sisi lain ia disebut-sebut bersikap arogan dengan tidak menyetujui anggaran perjalanan sejumlah anggota DPRD yang tidak mau mengikuti sikap politiknya.
"Saya tengah mengumpulkan kebenaran data yang kita terima. Apa betul atau tidak anggaran perjalanan dinas ketua DPRD sudah tembus Rp1,2 M, sementara ada lawan politiknya anggota DPRD yang perjalanan dinasnya hanya seratusan juta," ucapnya.(Tim)
0 komentar:
Posting Komentar