728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement


  • Latest News

    25.8.25

    8 Finalis Sambut Lomba Lagu Irama Keroncong

     Medan-Harian Swara Jiwa - Delapan finalis yang terdiri atas empat pria dan empat wanita disambut antusias pengunjung dalam acara Final Lomba Lagu Irama Keroncong (LIKE) 2. Acara ini digelar di Pasar Kamu, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (24/8/2025).


    Tak heran, penampilan kedelapan finalis sangat baik. Mereka membawakan dua lagu untuk dinilai oleh tiga dewan juri, yaitu Tengku Ryo Rizqan, seorang pemain biola yang andal dan berprestasi; Prof. Mauly Purba, guru besar Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU; dan Wage Prawoto, praktisi keroncong senior.

    Para finalis memiliki rentang usia yang beragam, mulai dari 20-an tahun hingga 74 tahun. Hal ini membuktikan bahwa musik keroncong semakin dikenal luas, tidak hanya oleh angkatan purnabakti, tetapi juga oleh generasi Z yang mampu membawakan lagu keroncong dengan sangat baik.

    Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 2 Sumatera Utara, Sukronedi S. Si., M.A. Dalam sambutannya, ia menguraikan bahwa musik keroncong perlu dilestarikan dan masuk dalam 10 objek pemajuan kebudayaan, di antaranya adalah tradisi lisan, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, olahraga tradisional, dan permainan rakyat.

    LAGU IRAMA KERONCONG: Kepala BPK Wilayah 2 Sumut Sukronedi saat menyampaikan kata sambutan pada acara Final Lagu Irama Keroncong (LIKE) 2 yang digelar di Pasar Kamu, Desa Denai lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Minggu (24/8/2025).

    LAGU IRAMA KERONCONG: Kepala BPK Wilayah 2 Sumut Sukronedi saat menyampaikan kata sambutan pada acara Final Lagu Irama Keroncong (LIKE) 2 yang digelar di Pasar Kamu, Desa Denai lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Minggu (24/8/2025). (TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN)

    "Seperti yang kita lihat, pemain musik keroncong di belakang ini masih muda. Lima puluh tahun yang lalu, kondisi mereka sangat bersemangat dalam melestarikan seni budaya bangsa," ujarnya berseloroh. Ia berharap ke depannya akan ada regenerasi pemain, di mana para senior akan menjadi pembimbing bagi para junior.

    Di sisi lain, tokoh budaya sekaligus mantan Bupati Serdang Bedagai yang juga menyampaikan sambutan, memberikan apresiasi terhadap Kelompok Delirama Keroncong. Mereka dinilai konsisten dalam upaya pelestarian musik keroncong.

    Ia berharap melalui acara LIKE 2 ini, musik keroncong kembali dikenal dan dicintai lebih luas oleh masyarakat, sehingga acara seperti ini dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang. "Saya juga memberikan apresiasi kepada BPK Wilayah 2 yang telah memfasilitasi terselenggaranya Lomba Lagu Irama Keroncong sebagai upaya pelestarian musik keroncong," katanya.

    LOMBA IRAMA LAGU KERONCONG: Para finalis, musisi, pejabat BPK Wilayah 2, dan panitia foto bersama usia penyelenggaraan Lomba Irama Lagu Keroncong di Pasar Kamu, Pantai Labu, Deliserdang, Minggu (24/8/2025).
    LOMBA IRAMA LAGU KERONCONG: Para finalis, musisi, pejabat BPK Wilayah 2, dan panitia foto bersama usia penyelenggaraan Lomba Irama Lagu Keroncong di Pasar Kamu, Pantai Labu, Deliserdang, Minggu (24/8/2025). 

    Sementara itu, Ketua Panitia, Eti Wahyuni, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pengurus Besar MABMI dan juga Pasar Kamu, sehingga lomba ini dapat terselenggara dengan baik.

    Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menampilkan yang terbaik. Bukan sekadar untuk meraih kemenangan, melainkan untuk menunjukkan bahwa musik keroncong adalah sebuah seni menghibur yang layak untuk dinikmati.

    Lomba Lagu Irama Keroncong ini terselenggara sebagai bagian dari program Fasilitasi Pelestarian Kebudayaan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumut.

    Dalam acara ini, Delirama Keroncong juga tampil berkolaborasi dengan Tengku Ryo Rizqan, pemain biola yang telah berpengalaman di panggung nasional bahkan internasional. Ia membawakan dua instrumentalia, yaitu "Indonesia Pusaka" dan "Juwita Malam".

    Suasana juga dimeriahkan oleh mahasiswa University Kebangsaan Malaysia (UKM) yang sedang magang di DAAI TV. Mereka turut hadir di Pasar Kamu dan menyanyikan lagu "Buih Jadi Permadani" dengan iringan musik keroncong.

    Sebagai sebuah kompetisi, penampilan terbaik dari para finalis tetap harus menghasilkan pemenang. Dewan juri akhirnya memutuskan daftar pemenang.

    Untuk Kategori Pria, Juara 1 diraih oleh Suharno Reno, Juara 2 oleh Yan Djuna, Juara 3 oleh Pujiono, dan Juara Favorit oleh Suarno.

    Sedangkan untuk Kategori Wanita, Juara 1 diraih oleh Tatik Junaidi, Juara 2 oleh Indri Sudharmono, Juara 3 oleh Jesi Purwati, dan Juara Favorit oleh Dwi Ajeng Pramita.( Tim )
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: 8 Finalis Sambut Lomba Lagu Irama Keroncong Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top