Medan - Harian Swara Jiwa - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi saat peliputan pemberian remisi Hari Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8). Pihak Lapas membantah tudingan adanya penghalangan terhadap puluhan wartawan yang hendak meliput acara tersebut.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Herry Suhasmin, mengatakan bahwa kesalahan pahaman terjadi akibat miskomunikasi dan keterbatasan kapasitas tempat acara.
"Kami sangat menghormati rekan-rekan media dan menyadari pentingnya peran pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tidak ada niat sedikit pun untuk menghalangi tugas jurnalistik," tegasnya dalam keterangan pers, Senin (18/8).
Herry menjelaskan, Forkompinda dalam acara tersebut menyebabkan protokol keamanan diperketat. Mengingat keterbatasan ruang di lokasi acara, Lapas Kelas I Medan terpaksa melakukan pengaturan terhadap jumlah peliput yang dapat masuk.
"Kami mengakui adanya keterbatasan koordinasi di lapangan yang menyebabkan beberapa rekan media tidak dapat langsung masuk ke lokasi acara.
Prioritas diberikan kepada media yang telah terdaftar dan berkoordinasi sebelumnya dengan pihak Lapas," kata Herry. Ia menambahkan, langkah ini diambil semata-mata untuk memastikan acara berjalan lancar dan tertib, serta tetap mematuhi standar protokol keamanan yang berlaku.
Herry juga membantah adanya diskriminasi terhadap media tertentu. "Kami tidak pernah membeda-bedakan media. Semua media memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi. Kami berkomitmen untuk menjalin hubungan baik dan transparan dengan seluruh rekan media," ujarnya.
Pihak Lapas menyesalkan terjadinya insiden tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh untuk memperbaiki sistem koordinasi dengan media.
"Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan rekan-rekan media agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga membuka diri untuk berdialog dengan perwakilan media guna mencari solusi terbaik terkait peliputan di lingkungan Lapas," pungkas Herry.(Tim)
0 komentar:
Posting Komentar