MADINAH /// Swara Jiwa – Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi terkait penerapan layanan fast track (Mecca Route) yang dinilai mampu mempercepat proses keimigrasian jemaah haji Indonesia setibanya di Tanah Suci.
Layanan Fast Track ini dilakukan sejak berada di Indonesia sehingga Jemaah haji yang sampai di Tanah suci tak lagi melewati Keimigrasian di Bandara tempat kedatangan Jemaah.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, mengatakan layanan tersebut sangat membantu kelancaran kedatangan jemaah, terutama dalam memangkas antrean panjang di bandara.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan proses keimigrasian berjalan cepat melalui fast track Thariq Makkah,” ujar Abdul Aziz di Madinah, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, saat ini layanan fast track baru diterapkan pada sebagian jemaah. Namun ke depan, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat merasakan fasilitas serupa.
“Sekarang mungkin masih separuh, ke depan kita harapkan seluruh jemaah bisa mengalami proses seperti ini,” jelasnya.
Selain itu, Dubes juga menyoroti distribusi kartu Nusuk yang telah dibagikan kepada jemaah sejak di Tanah Air. Kartu tersebut dinilai mempermudah akses layanan dan mendukung kelancaran ibadah selama di Arab Saudi.
Ribuan jemaah haji kloter pertama sudah tiba ke Hotel Madinah. Hingga, Kamis (23/4/2026) pukul 06.31 Waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 18 kloter dengan jumlah 7.110 Jemaah sudah sampai di Kota Suci Madinah.
Diketahui, Kloter perdana tiba di Bandara Amir Mumammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah adalah jamaah dari embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) 1, Rabu (22/4/2026) pukul 06.20 WAS atau 10.20 WIB. Disusul kemudian jamaah dari embarkasi Jakarta (Pondok Gede) tiba di AMAA pukul 06.50 WAS atau 10.50 WIB.
Kedatangan jamaah kloter perdana ini disambut oleh Dubes RI Arab Saudi Abdul Azis Ahmad, Konjen RI di Jeddah Yusron B Ambari, Kadaker Madinah Khalilurrahman, dan para petugas PPIH.
“Alhamdulillah (kedatangan) berjalan lancar. Dua kloter datang hampir bersamaan, Jogja tiba dulu di bandara, tapi Jakarta menggunakan fast track jadi lebih dulu tiba di sini (hotel),” kata Dubes Abdul Azis Ahmad.
Proses penyambutan berjalan baik menggembirakan. Ia berharap sambutan tersebut membuat jamaah merasa nyaman dan bisa menjalankan ibadah dengan lancar.
Musim haji tahun ini, jamaah telah memiliki kartu nusuk dari Tanah Air. Jamaah yang datang pada gelombang kedua, lanjutnya, bisa langsung beribadah ke Masjidil Haram. “Ini langkah baik dan maju yang belum pernah kita lakukan. Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar,” tutupnya. ( TM )
0 komentar:
Posting Komentar