Medan,Swara Jiwa///Wali Kota Medan Rico Waas di Demo puluhan massa dari kelompok Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( DPC-GMNI) Kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) yang di ketuai Damses PPSianturi.
Adapun tutan mereka, APBD Tahun 2026, belanja daerah Kota Medan ditetapkan sekitar Rp.7,7 Triliun diarahkan untuk mempercepat pencapaian berbagai prioritas.
Oleh karena itu DPC GMNI Kota Medan menuntut.Wujudkan Kota Medan yang aman, Tertib, Nyaman, dan Berbudaya.
Percepat Pemerataan Infrastruktur dan Pembenahan Lingkungan.
Bangun Ekonomi Rakyat, Perkuat daya beli masyarakat, dan Ciptakan lapangan pekerjaan.
Wujudkan SDM Unggul Melaluijj Pendidikan dan Kesehatan masyarakat.
Hentikan Praktik KKN serta Wujudkan Pemerintahan yang Transparan, Akuntabel dan Mudah diawasi.
Hentikan Program pemborosan anggaran dan program "Ugal-ugalan " yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat, pinta mereka.
Kepada wartawan Damses Sianturi Ketua FPC GMNI Kota Medan didampingi Pablo Saragih Pengurus Cabang Agitasi dan Propaganda, menjelaskan dua bulan lagi sudah dua tahun kepemimpinan Rico Waas sebagai Wali Kota Medan tidak sesuai yang diharapkan semakin bobrok, semakin hancur.
Anggota-anggotanya tidak adil untuk menjalankan tugasnya terjadi pembangunan liar seperti di Kelurahan Hamdan lahan sengketa tetapi pembangunannya tetap berjalan, ungkapnya.
Ditanya wartawan. Apa harapannya kedepan. Harapan kedepan masyarakat Kota Medan agar kembali kepada jalan yang benar kedepan jangan terulang seperti pimpinan Rico, kata Damses.
Kekecewaannya terkait banyak terlantarnya anak anak sekolah, ada yang. menjual tisu di persimpangan jalan kota Medan.
Melalui aksi kami ini kiranya berbuat baik, dengan banyaknya anak- anak terlantar di Kota Medan, diharapkan tidak terulang lagi, katanya.
Damses juga menyoroti anak buah Rico pimpinan, melalui dinas-dinas Kota Medan, terkait bangunan liar itu tidak membuat Kota Medan tidak cantik, tapi tidak ada solusinya, kata Damses, menjawab wartawan. (BR)




0 komentar:
Posting Komentar