DAIRI // Harian Swara Jiwa /// Memasuki satu tahun masa pengabdian sejak pelantikan kepala daerah secara serentak pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Dairi terus menunjukkan komitmen untuk bekerja dan melayani masyarakat, meskipun berbagai tantangan harus dihadapi di awal masa pemerintahan.
Bupati dan Wakil Bupati Dairi bersama ratusan kepala daerah lainnya memang dilantik secara serentak oleh Presiden di Istana Negara. Namun perjalanan menuju pelaksanaan tugas di daerah tidak langsung dimulai.
Setelah pelantikan, para kepala daerah terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan atau retreat di Akademi Militer Magelang sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan dan pemahaman tata kelola pemerintahan.
Secara resmi, masa kerja di daerah dimulai pada 3 Maret 2025 melalui prosesi serah terima jabatan dalam rapat paripurna DPRD sesuai dengan ketentuan protokoler pemerintahan.
Pada awal masa kepemimpinan, pemerintah daerah menghadapi sejumlah keterbatasan regulasi yang mengharuskan kepala daerah tidak melakukan pelantikan pejabat eselon selama enam bulan pertama. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus melanjutkan program yang telah dirancang sebelumnya melalui APBD Tahun Anggaran 2025 yang telah disahkan pada tahun 2024.
Meski demikian, semangat untuk menghadirkan perubahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi komitmen utama Pemerintah Kabupaten Dairi.
Tantangan lain yang juga dihadapi adalah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan anggaran daerah hingga sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut turut mempengaruhi sejumlah program, terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Namun Pemerintah Kabupaten Dairi tidak tinggal diam. Berbagai langkah inovatif terus dilakukan, termasuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat serta meningkatkan etos kerja aparatur pemerintahan hingga tingkat desa.
Salah satu program yang telah dijalankan adalah JATAGENA atau Jalan Tanpa Genangan, yang difokuskan pada penanganan genangan air di ruas jalan yang rusak. Program ini dinilai cukup efektif dalam memperbaiki kondisi jalan secara bertahap sambil menunggu program pembangunan yang lebih besar.
Upaya komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat juga membuahkan hasil. Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian anggaran yang sebelumnya mengalami pemotongan mulai dipulihkan kembali sehingga memberi ruang bagi percepatan pembangunan.
Melalui proses perencanaan yang sedang berjalan, pemerintah daerah menargetkan setiap kecamatan akan memperoleh pembangunan jalan aspal atau lapen dengan panjang sekitar enam kilometer.
Selain sektor infrastruktur, berbagai program di bidang pertanian, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat juga terus berjalan.
Pemerintah Kabupaten Dairi telah menyalurkan bantuan traktor roda empat kepada kelompok tani serta menyediakan bibit padi gogo untuk lahan seluas sekitar dua ribu hektare.
Di bidang kesejahteraan sosial, bantuan alat kerja secara rutin juga diberikan kepada penyandang disabilitas dan masyarakat berpenghasilan rendah guna mendorong kemandirian ekonomi.
Kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra juga terus diperkuat. Saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembangunan proyek yang didukung kementerian terkait dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Di sektor ekonomi desa, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih juga terus digencarkan dan telah terbentuk sebanyak 169 koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Sementara itu, program penyediaan makanan bergizi gratis juga mulai berjalan dengan pembentukan 27 satuan pelayanan pemenuhan gizi dari rencana 39 dapur.
Prestasi penting lainnya adalah keberhasilan kawasan Danau Toba yang mencakup wilayah Dairi kembali memperoleh pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark setelah sebelumnya sempat mendapat peringatan. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Di bidang kesehatan, Kabupaten Dairi juga telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen sehingga seluruh masyarakat kini memiliki jaminan perlindungan kesehatan.
Kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan mitra internasional juga menghasilkan berbagai program nyata, termasuk pembangunan instalasi air minum di sejumlah desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih.
Sementara itu, dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Dairi juga terus menggalakkan program penanaman pohon. Dalam delapan bulan terakhir, sebanyak 101 ribu pohon telah ditanam sebagai bagian dari program “Merawat Bumi” yang menargetkan penanaman satu juta pohon.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga pada kolaborasi, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak.
Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pemangku kepentingan, serta mitra kerja yang telah memberikan dukungan bagi kemajuan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Dairi optimistis berbagai program pembangunan akan terus berjalan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.(clara)
0 komentar:
Posting Komentar