728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement
  • Latest News

    25.1.26

    Wartawan Bukan Musuh: PWI Tanjungbalai Tegaskan Pers sebagai Mitra Kritis Pengawal Transparansi Lapas

     

    Tanjungbalai // Swara Jiwa // Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai, M. Saufi Satria Simangunsong, S.H, menegaskan bahwa wartawan adalah kawan, bukan lawan, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang menuntut keterbukaan serta akuntabilitas.

    Menurut Saufi, jurnalis memiliki peran strategis sebagai penyambung lidah masyarakat sekaligus pengawas kebijakan. Oleh karena itu, pers seharusnya tidak diposisikan sebagai ancaman, melainkan sebagai sparing partner yang kritis demi perbaikan institusi.

    Pernyataan tersebut disampaikan Saufi saat mengapresiasi langkah Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Refin Tua Simanulang, yang menginisiasi kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama wartawan di Kota Tanjungbalai.

    “Memposisikan wartawan sebagai lawan adalah sikap yang keliru. Wartawan bekerja untuk mengedukasi publik, menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus mengontrol jalannya kebijakan agar tetap berada di koridor yang benar,” tegas Saufi.

    Ia menilai, keterbukaan lapas terhadap media menjadi indikator penting dalam membangun kepercayaan publik, terutama di tengah tuntutan transparansi terhadap lembaga pemasyarakatan yang kerap disorot isu-isu sensitif.

    “Sinergi dengan media akan berdampak signifikan terhadap keterbukaan informasi publik. Masyarakat berhak mengetahui capaian kinerja, program pembinaan, hingga komitmen lapas dalam penerapan Zona Zero Halinar,” ujarnya.

    Namun demikian, Saufi mengingatkan agar sinergitas yang dibangun tidak bersifat seremonial semata.

     Ia menekankan perlunya konsistensi dan keberlanjutan dalam membangun komunikasi terbuka antara lapas dan insan pers.

    “Jangan berhenti pada satu momentum. Sinergitas harus dibangun secara berkelanjutan. Pers siap mendukung, sekaligus mengkritisi secara objektif setiap kebijakan demi perbaikan lembaga,” tegasnya.

    Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang sehat antara lapas dan wartawan guna menciptakan iklim informasi yang jujur, berimbang, dan bertanggung jawab.

    Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai, Refin Tua Simanulang, mengakui pentingnya peran media dalam mendorong peningkatan kinerja lembaga pemasyarakatan.

    “Kami menyadari sinergitas dengan media sangat penting. Kritik dan masukan dari pers menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus berbenah,” ungkapnya.

    Refin memaparkan bahwa Lapas Kelas IIB Tanjungbalai saat ini menjalankan berbagai program pembinaan warga binaan, mulai dari budidaya tanaman, praktik kerja, kebugaran jasmani, bimbingan rohani, hingga pendidikan Paket B dan C bagi warga binaan yang sempat terputus pendidikannya.

    Kegiatan temu ramah yang digelar di Aula Serbaguna Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Sabtu (24/01/2026), berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang awal membangun hubungan yang lebih terbuka antara lapas dan insan pers. (Ceria)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Wartawan Bukan Musuh: PWI Tanjungbalai Tegaskan Pers sebagai Mitra Kritis Pengawal Transparansi Lapas Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top