
TOBA /// Harian Swara Jiwa – Polisi mengajak para pelajar di Kabupaten Toba lebih berani berbicara dan melapor jika mengalami atau melihat kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Toba di Aula Graha PT TPL, Kecamatan Parmaksian, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini diikuti Kabid PPA Dinas PMD PPA Kabupaten Toba, guru-guru Yayasan Bonapasogit Sejahtera, serta para siswa. Hadir sebagai pemateri, Ps. Kanit PPA Polres Toba Brigpol Monica Carolyn dan Briptu April Napitupulu.
Brigpol Monica menjelaskan bahwa anak dan remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami kekerasan, baik fisik maupun seksual. Namun, banyak dari mereka yang memilih diam. “Sedikit dari mereka yang berani bercerita atau melapor, sehingga kasus tidak tertangani,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya keberanian siswa untuk berbicara jika menjadi korban, atau melapor bila mengetahui adanya kekerasan di lingkungan mereka. Menurutnya, laporan menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan cepat dan sesuai aturan.
Pada kesempatan itu, Polres Toba juga mengingatkan para siswa agar waspada terhadap orang asing, tidak mudah percaya pada bujuk rayu, serta berhati-hati ketika bermain di luar rumah. Orang tua diminta lebih memperhatikan aktivitas anak agar terhindar dari potensi tindak kejahatan.
Brigpol Monica menyebutkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayah Toba masih tergolong tinggi pada tahun ini. Karena itu, sosialisasi dilakukan untuk mendorong pencegahan sejak dini.
Ia berharap edukasi yang diberikan dapat menekan angka kekerasan. “Semoga kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak bisa semakin menurun, bahkan tidak ada lagi,” ujarnya. ( MS )
0 komentar:
Posting Komentar