HSJ Helvetia.
Tengah malah kontraktor memaksa memasukkan alat berat eskavator dari Kampung Baru ( 10/12) ke pinggir Sungai bedera untuk memulai pengerjaan proyek pengendalian banjir Sungai bedera yang berbiaya Rp. 60 Milyar. Akan tetapi warga bersama Kelompok Masyarakat Pra Sejahtera ( KMPS ) menghalangi karena disepanjang Badan Jalan di Kampung Baru dan pinggiran sungai Bedera telah tertanam pipa jaringan air bersih.
Saat berhenti Truk pengangkut alat berat, Monang Simanjuntak, Sekretaris Umum KMPS mengatakan kepada Bermarga Manalu yang disebut – sebut Anggota TNI dari Kodim Deli Serdang, “Kemarin Kamis 20 Nopember di Sekretariar DPP KMPS, bapak telah berjanji akan datang kembali, Namun sekarang tiba tiba sudah memasukkan alat berat “ ai dos n iroha do si bahen na saut” ( Red Kalau sudah sama – sama menyepakati, semua rencana akan terlaksana”.
Manalu menjelaskan bahwa sebelumnya telah memberhentikan pengukuran. Namun Pengurus KMPS langsung, Saat diingatkan sedang mengukur karena ada oknum tak dikenal melakukan pematokan lahan di wilayah Posko, Sehingga diminta Surat bukti perintah mengukur dari BBWS Sumut 2, setelah diingatkan pekerja yang melakukan pengukuran merasa takut sebab malamnya akan rapat warga dan KMPS akibat pengukuran OTK. Dan bahkan pengurus KMPS memberikan nomor WA, Apabila ada yang mengganggu segera hubungi.
Manalu pun kembali membuat – buat alasan dimasukkan alat berat karena ada 7 warga pinggiran terdampak banjir. Warga mendengar alasannya pun merasa heran dan spontan mengatakan di Kampung Baru pinggiran Sungai bedera tidak ada mengalami kebanjiran. Warga lain pun langsung menuduh telah berusaha mengadu domba warga. ( R.Hutapea/B.Pakpahan)

0 komentar:
Posting Komentar