Yogyakarta /// Swara Jiwa //Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian, menegaskan bahwa penguatan citra dan kepercayaan publik terhadap institusi tidak dapat hanya bertumpu pada strategi komunikasi formal semata. Menurutnya, narasi positif yang paling kuat dan berkelanjutan justru lahir dari pengalaman langsung masyarakat sebagai penerima layanan.
Hal tersebut disampaikan Shamy Ardian saat memberikan arahan dalam kegiatan kehumasan yang berlangsung di Yogyakarta. Ia menekankan bahwa keberhasilan komunikasi publik tidak diukur dari seberapa sering institusi menyampaikan klaim keberhasilan, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata layanan yang diberikan.
> “Strategi komunikasi yang paling baik itu bukan afirmasi dari kita sebagai pemberi layanan, tetapi bagaimana penerima layanan menceritakan kebaikan yang mereka rasakan kepada orang-orang di sekitarnya. Cerita dari masyarakat jauh lebih penting dibandingkan narasi yang kita bangun sendiri,” ujar Shamy Ardian.
Menurutnya, pengalaman positif masyarakat akan membentuk kepercayaan publik secara alami melalui komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth), yang memiliki daya pengaruh lebih kuat dibandingkan pesan institusional yang bersifat satu arah. Oleh karena itu, setiap unit kerja di lingkungan Kementerian ATR/BPN diharapkan menjadikan kualitas pelayanan sebagai fondasi utama dalam membangun reputasi lembaga.
Shamy Ardian juga mengingatkan pentingnya peran humas sebagai jembatan antara institusi dan masyarakat. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mengamplifikasi cerita-cerita autentik masyarakat yang mencerminkan perbaikan layanan dan reformasi birokrasi yang telah dilakukan.
“Ketika masyarakat merasa dilayani dengan baik, maka pada saat itulah narasi positif akan tumbuh dengan sendirinya. Tugas kita adalah memastikan pelayanan berjalan optimal dan menangkap pengalaman baik itu sebagai pembelajaran serta inspirasi,” tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, Kementerian ATR/BPN optimistis dapat terus memperkuat citra sebagai institusi pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan pertanahan .(clara
0 komentar:
Posting Komentar