728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement
  • Latest News

    24.12.25

    Prajurit TNI Tetap Evakuasi Korban Aceh Tamiang Usai Istri Meningga



    Aceh // Swara Jiwa /// Hujan deras masih mengguyur wilayah Aceh Tamiang ketika longsor terjadi tak jauh dari Markas Kodim 0117 Aceh Tamiang, Aceh, pada 26 November 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. Sebuah rumah warga tertimpa longsor dan seorang ibu terjebak di dalamnya.

    Sejumlah prajurit TNI, termasuk Sersan Satu (Sertu) Hamzah Lubis, segera bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

    Dengan peralatan seadanya seperti dongkrak dan tembilang, para prajurit berupaya membebaskan korban yang terjepit reruntuhan. Sekitar pukul 16.30 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

    Tak hanya menimpa rumah warga, longsor juga melumpuhkan sejumlah ruas jalan nasional penghubung Langkat, Sumatera Utara, dengan Aceh Tamiang. Material longsor membuat jalan tidak bisa dilalui, sementara air banjir mulai merambat naik.

    Markas Kodim Aceh Tamiang yang berada di dataran tinggi turut terisolasi akibat tertutupnya akses jalan. Di tengah kondisi hujan yang semakin deras, Kepala Staf Kodim Tamiang sempat meminta para prajurit untuk beristirahat sambil menyusun strategi pembukaan jalur nasional yang terputus.

    Hamzah yang saat itu baru turun piket kembali ke rumah dinasnya yang berada di belakang markas. Setelah melaksanakan salat dan makan malam, ia merasa tidak tenang meninggalkan rekan-rekannya di tengah situasi darurat.

    Hamzah pun meminta izin kepada atasannya untuk kembali bertugas dan berpamitan kepada istri serta kedua anaknya.

    Almarhumah Lelawani (39), istri Hamzah, sempat menegur suaminya.

    “Abang kan baru turun piket. Jadi, tidak balik lagi nanti,” kata Hamzah menirukan ucapan istrinya, saat ditemui di Markas Kodim Aceh Tamiang, Kualasimpang, Senin (22/12).

    Sekitar pukul 20.10 WIB, Hamzah kembali ke pos jaga. Tak lama berselang, sekitar pukul 21.30 WIB, suara longsor kembali terdengar dari arah belakang markas. Hamzah spontan teringat istri dan kedua anaknya yang berada di rumah dinas.

    Bersama prajurit lain yang tengah berjaga, Hamzah berlari menuju rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari pos. Setibanya di lokasi, ia mendapati rumahnya telah hancur tertimpa beton akibat longsor.

    "Posisi istri pada saat itu kelihatan, tapi dia kejepit. Nggak bisa ditolong. Saya hanya bisa membacakan doa di telinganya,” kata Hamzah, mengenang detik-detik kehilangan istrinya.

    Hamzah hanya bisa pasrah menyaksikan istrinya mengembuskan napas terakhir di bawah himpitan beton. Di tengah kepanikan, ia mendengar suara anak pertamanya, Bintang, meminta pertolongan.

    “Pak, tolong Bintang,” teriak sang anak.

    Dengan tangan kosong, Hamzah dan prajurit lain berusaha mengangkat beton sekuat tenaga. Meski hanya bisa mengangkat sedikit, mereka akhirnya berhasil menyelamatkan Bintang yang mengalami luka akibat besi dan bongkahan beton.

    Anak kedua Hamzah, Amanda, juga berhasil selamat. Benturan beton membuat dinding rumah di sisi lain roboh ke luar sehingga Amanda dapat dievakuasi dengan luka lecet tanpa patah

    Sementara itu, jasad Lelawani baru dapat dievakuasi keesokan harinya setelah alat berat didatangkan ke lokasi.( IL )

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Prajurit TNI Tetap Evakuasi Korban Aceh Tamiang Usai Istri Meningga Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top