
Tasikmalaya// Swara Jiwa // Ruang Peace Center Jemaat Muslim Ahmadiyah Tasikmalaya menjadi lokasi penyelenggaraan diskusi bertema Sela Ruang: Mengenal Keberagaman di Kota Tasikmalaya
Agenda diskusi ini berlangsung pada Minggu, 30 November 2025 dan digagas oleh Asosiasi Pers Mahasiswa (APM) Priangan Timur atau Priatim.
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog bagi mahasiswa untuk memahami dinamika keberagaman sosial yang berkembang di Kota Tasikmalaya.
Sekitar 40 peserta hadir dari lima komunitas pers mahasiswa di Priangan Timur.
Mereka berasal dari Gemercik Universitas Siliwangi, Sumapitas UPI, Generalis STIA, Ruang Literasi UID, dan Media Uncip.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal melalui interaksi aktif dan beragam pertanyaan.
Diskusi menyoroti pentingnya merawat keberagaman di tengah masyarakat majemuk.
Beberapa narasumber dihadirkan untuk memperkaya perspektif mengenai isu keberagaman.
Mereka antara lain Mln. Irfan Maulana, Ajat Sudrajat, Andi Pratama, dan Jonson Sitorus.
Koordinator Pusat APM Priatim, Ali Irfan, menegaskan bahwa keberagaman perlu dipahami secara mendalam.
Ia menjelaskan bahwa Sela Ruang dirancang sebagai ruang dialog tanpa sekat dan tanpa prasangka.
Ali berharap kegiatan ini berlanjut dan mengangkat isu-isu sosial lain di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya, Attaul Qudus menyampaikan pentingnya dialog untuk memperkuat keharmonisan.
Ia menekankan bahwa Peace Center terbuka bagi berbagai komunitas lintas agama dan latar belakang.
Acara ditutup dengan apresiasi seluruh pihak yang berharap diskusi ini menjadi agenda berkelanjutan.
Kehadiran Peace Center sebagai ruang terbuka bagi dialog lintas komunitas semakin mempertegas komitmen bersama dalam merawat toleransi dan harmoni sosial di Priangan Timur. ( Jun )
0 komentar:
Posting Komentar