HSJ Medan.
Horas kepada Bapak Presiden dan juga menteri kehutanan dengan ini kami ( red - DPP.HBB ),Ulangi sekali lagi, Kami secara tegas menolak Audit yang akan dilakukan terhadap PT TPL, Karena menurut kami tidak ada lagi yang perlu di Audit Banjir bandang, Kerusakan, ribuan orang meninggal, Ratusan bahkan ribuan rumah hanyut tertutup lumpur, sawah ladang yang hancur ,jalan - jembatan rusak total ,sekolah dan lain sebagainya kurang apa lagi Audit seleksi alam itu Pak,," Ungkap Praktisi hukum ini dengan tegas namun tetap tenang ( 17/12) di Sekretariat DPP Horas Bangso Batak.
Terkait sikap pemerintah yang menurut Lamsiang terkesan berpura-pura dan diduga menyimpan misi lain terhadap PT TPL ,Ketum DPP HBB ini menyambung video pernyataannya;
" Disisi lain menteri kehutanan menyatakan sudah mencabut 22 izin perusahaan yang bermasalah, Namun kenapa yang lain di Cabut,Kok si PT TPL ini di Istimewa kan..??? .
Yang lain kan sudah di cabut hanya TPL inilah yang di Audit, yang lain kan sudah di Cabut gitu loh...!!!,"Jelasnya.
Lamsiang juga memaparkan adanya pernyataan Lembaga lain seperti WALHI Contohnya Bahwa TPL ini salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
" Sementara menurut yang lain Contohnya ; Lembaga WALHI bahwa TPL ini salah satu penyebab Kerusakan lingkungan.
Disisi lain Kemenhut juga mengatakan sudah menindak beberapa perusahaan yang merusak lingkungan, sesuai dengan pernyataan Menhut 22 perizinan perusahaan di cabut langsung kenapa khusus TPL harus di Audit..?? " Terangnya.
Hingga Lamsiang Sitompul SH MH menduga rencana Audit terhadap PT TPL itu hanya akal - akalan untuk menyelamatkan TPL seperti yang di katakan Lamsiang,,,
"Jadi menurut kami program atau rencana mengaudit PT TPL ini adalah upaya untuk menyelamatkan TPL dari Penutupan,," Dugaan kuat dari Ketum DPP HBB.
Bahkan adanya Ke Istimewaan buat TPL, Lamsiang menduga adanya faktor kedekatan saudara pemimpin Kita dengan Pemilik TPL dan akhirnya dalam Video pernyataannya yang berdurasi ( 02.17 detik ) Lamsiang Sitompul SH.MH kembali menegaskan sikapnya ; Agar TPL di tutup, tak perlu lagi di Audit, karena Audit Alam sudah Nyata dan akibatnya di tanggung oleh masyarakat yang jadi korban banjir bandang dan longsor yang diduga akibat pengrusakan hutan.
' Jadi sekali lagi kami menyatakan segera TUTUP TPL..!!!
Tak ada lagi Audit- Audit, karena Audit alam sudah banyak itu,,perusahaan lain Langsung di Cabut Izinnya, Kok TPL ini jadi Terkesan di Istimewa kan gitu Ya...??? Dengan ini kami sekali lagi tegaskan " TUTUP TPL,," Pungkas Lamsiang mengakhiri keterangannya. ( * ).

0 komentar:
Posting Komentar