Jakarta // Swara Jiwa // Perkembangan teranyar operasi tangkap tangan ( OTT ) yang dilakukan komisi pemberantasan korupsi di kota Amuntai kabupaten hulu sungai Utara ( HSU ) Kalimantan Selatan.
Sejumlah sumber menyebut, operasi senyap yang berlangsung sejak Kamis (18/12/2025) itu tidak hanya menyasar internal kejaksaan, tetapi juga menyeret pejabat aktif pemerintah daerah.
Informasi yang dihimpun kakinews.di menyebutkan, tim KPK diduga telah berada di HSU selama hampir tiga pekan. Selama periode tersebut, pemeriksaan dilakukan secara tertutup dengan memanfaatkan fasilitas di Polres Hulu Sungai Utara. Kepolisian setempat menegaskan hanya meminjamkan ruangan dan tidak terlibat dalam materi pemeriksaan.
Aktivitas aparat yang tak biasa terpantau di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara pada Kamis siang. Lokasi ini berdampingan langsung dengan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu titik awal menguatnya dugaan OTT.
Sumber awak media menyebutkan, sejumlah pejabat yang diduga diamankan merupakan kepala dinas aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Selain itu, setidaknya tiga oknum jaksa turut terseret. Mereka masing-masing diduga menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasie Datun) berinisial TT, Kepala Seksi Intelijen berinisial AZ, serta seorang pimpinan di Kejari HSU.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas pihak-pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang disangkakan.
Redaksi masih terus melakukan konfirmasi kepada KPK dan instansi terkait untuk memperoleh keterangan resmi dan memastikan perkembangan terbaru kasus yang kini menjadi sorotan publik tersebut.( GEO )
0 komentar:
Posting Komentar