728x90 AdSpace

­Top Banner Advertisement
  • Latest News

    8.8.26

    Masyarakat di Tiga Desa Masih Bertani, Kebutuhan Air Bersih Tetap Terpenuhi

     

    DAIRI – swara jiwa//Aktivitas pertanian masyarakat di Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, serta Desa Bongkaras dan Desa Bonian, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, hingga saat ini masih berjalan seperti biasa. Berdasarkan keterangan masyarakat dan perangkat desa, kebutuhan air bersih untuk rumah tangga maupun pertanian masih terpenuhi.

    Di Desa Pandiangan, yang dihuni sekitar 1.654 jiwa atau 463 kepala keluarga, sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian palawija dan perkebunan.

    Kasi Tata Pemerintahan Desa Pandiangan, David Simanungkalit, menyampaikan bahwa kebutuhan air masyarakat hingga saat ini masih terpenuhi.

    Pelayanan air di wilayah tersebut dikelola oleh Perumda Air Minum Lae Nciho. Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho, Wahlim Munthe, menjelaskan bahwa sumber air berasal dari kawasan hutan Bukit Pandiangan.

    "Untuk Desa Pandiangan, sumber air dikelola oleh Perumda Lae Nciho. Sumbernya berasal dari hutan Bukit Pandiangan dan juga digunakan untuk masyarakat Lumban Sihite," jelas Wahlim.

    Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat persoalan berarti dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

    Kondisi serupa juga disampaikan masyarakat di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga. Desa yang terdiri dari empat dusun dengan sekitar 917 jiwa atau 260 kepala keluarga ini mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.

    Kasi Tata Pemerintahan Desa Bongkaras, Jarmian Purba, mengatakan bahwa kebutuhan air masyarakat masih berjalan normal. Sumber air berasal dari kawasan pegunungan dan dikelola oleh desa.

    Salah seorang warga, Boru Purba (76), juga menyampaikan bahwa kondisi pertanian di wilayahnya masih baik.
    "Lahan pertanian masih bagus. Tidak ada pengaruh, baik sebelum maupun sesudah adanya aktivitas pertambangan," ujarnya.

    Masyarakat juga menyampaikan bahwa sumber air yang dimanfaatkan selama ini masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sementara itu, di Desa Bonian, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, masyarakat juga masih mengandalkan sumber air dari kawasan pegunungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Desa ini dihuni sekitar 871 jiwa atau 264 kepala keluarga, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani jagung, durian, cokelat, duku, dan manggis.

    Kasi Tata Pemerintahan Desa Bonian, Suhardi Pangaribuan, menyebut kondisi pertanian masyarakat secara umum masih berjalan normal.

    Kepala Dusun IV, Ralam Sinambela, menyampaikan bahwa sumber air dari kawasan pegunungan masih dapat memenuhi kebutuhan warga.

    Keterangan tersebut diperkuat oleh warga Juanda Simamora (50) dan Ungkap Silalahi (68).
    "Tidak ada pengaruh ke pertanian dengan adanya aktivitas pertambangan PTDPM," ujar keduanya.

    Secara umum, keterangan yang disampaikan masyarakat dan perangkat desa di ketiga desa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pertanian masih berlangsung dengan baik dan kebutuhan air bersih masyarakat masih terpenuhi.

    Sumber air yang berasal dari kawasan hutan maupun pegunungan tetap menjadi penopang kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kelestarian daerah tangkapan air, mata air, serta kualitas lingkungan menjadi hal penting agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat untuk jangka panjang.(clara)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Masyarakat di Tiga Desa Masih Bertani, Kebutuhan Air Bersih Tetap Terpenuhi Rating: 5 Reviewed By: HarianSwaraJiwa.Com
    Scroll to Top