Medan /// Swara Jiwa /// Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim SE, Mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar para pedagang Pasar Sambas tetap diberi ruang berjualan hingga melewati Idulfitri tahun ini.
Adapun Langkah tersebut dilakukan demi memberi waktu yang manusiawi bagi pedagang untuk bersiap sebelum relokasi.
Lanjut,Hasyim Menyampaikan kepada para pedagang pada prinsipnya tidak menolak putusan hukum dan siap untuk pindah. Namun, ia mengingatkan bahwa proses tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial pedagang yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian di pasar.
“Pedagang itu siap pindah, tapi jangan diburu-buru. Mereka perlu waktu.
Sebentar lagi menjelang Imlek dan Idul Fitri, momentum penting bagi ekonomi pedagang kecil,” Ucap Hasyim didampingi Sekretaris Boydo HK Panjaitan dan Bendahara Ustaz Fuad Akbar, usai meninjau Pasar Sambas, Rabu (4/2/2026).
Turut Hadir Felixianus Simbolon, Tumpal Napitupulu, Agus Setiawan, dan Hermanto Sagala. Hadir juga jajaran pengurus PAC Medan Kota dan Satgas Cakra Buana.
Menurut Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara ini Hasyim, usulan penundaan itu adalah aspirasi dari pedagang, dan kami kira itu wajar, dan PDI Perjuangan mencoba agar permohonan pedagang disetujui.
Hasyim Mengatakan adanya keberpihakannya kepada pedagang Pasar Sambas yang ia nilai sebagai pihak paling dirugikan dalam persoalan ini. Ia menolak jika pedagang diposisikan sebagai pelanggar, sementara mereka selama ini berjualan dengan mengikuti arahan pengelola pasar.
Selain mendorong ada juga masa transisi hingga pasca-Idulfitri, Hasyim juga meminta PUD Pasar Kota Medan untuk menghentikan penarikan retribusi kepada pedagang untuk sementara waktu.
Hasyim juga menilai adanya penarikan retribusi di tengah ketidakpastian status lokasi akan memperberat beban pedagang dan menimbulkan kerugian ganda.
"Ia menegaskan bahwa keberpihakannya kepada pedagang merupakan cerminan jati diri partai yang selama ini dikenal sebagai pembela wong cilik. Sesuai dengan instruksi dan perintah Ketua Umum Prof Dr. Hj. Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader dan pengurus harus turun membantu masyarakat.
Harapan kedepanya hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait dapat menjadi jalan tengah yang adil, di mana hukum tetap dihormati, namun pedagang juga diberi waktu dan ruang yang layak untuk menata ulang. usahanya setelah Imlek dan Idul Fitri.(Tim)

0 komentar:
Posting Komentar