Medan /// Swara Jiwa /// 359 dan petugas Calon Haji (Calhaj) kelompok terbang (Kloter) 9 asal daerah Padang Lawas, padang Lawas Utara, Kota Sibolga dan Simalungun.
Kedatangan Calhaj disambut dengan haru Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A, dan mengingatkan jemaah haji Kloter 09 Embarkasi Medan agar menjaga kesehatan, disiplin mengikuti aturan, serta tidak sembarangan menerima makanan dari luar asrama demi kelancaran keberangkatan menuju Tanah Suci, harapnya saat menyambut Calhaj di Aula Jabal Nur Asrama Haji Medan, Kamis (30/4/2026) sekira pukul 17.20 wib.
“Kami berharap setelah pemeriksaan kesehatan nanti tidak ada hambatan sehingga seluruh jemaah dapat diberangkatkan menuju Madinatul Munawwarah. Karena itu, jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan jangan terlalu banyak menerima tamu,” tegas Zulkifli Sitorus di hadapan ratusan jemaah.
Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan rasa syukur atas tibanya seluruh jemaah di embarkasi dengan selamat setelah menempuh perjalanan panjang dari daerah masing-masing, seperti Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Kota Sibolga, dan Kabupaten Simalungun.
Ia mengatakan Asrama Haji Medan menjadi titik kumpul penting sebelum jemaah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
“Kami menyambut bapak dan ibu dengan gembira dan tangan terbuka. Alhamdulillah perjalanan menuju embarkasi berjalan lancar dan tidak terburu-buru. Mudah-mudahan seluruh jemaah diberikan kesehatan hingga keberangkatan besok hari,” Jum'at 1 Mei 2026, ujarnya.
Zulkifli juga secara khusus mengingatkan jemaah agar tidak mengonsumsi makanan dari luar asrama karena dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.
“Jangan banyak menerima makanan dari luar. Kadang makanan yang tidak sesuai bisa mengganggu pencernaan dan akhirnya memengaruhi kesehatan jemaah. Nikmati makanan yang sudah disiapkan panitia karena semuanya telah diatur untuk menjaga kondisi bapak dan ibu,” katanya.
Selain kesehatan, Kakanwil turut menekankan pentingnya menjaga dokumen perjalanan, khususnya kartu Nusuk yang menjadi syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
“Kalau paspor menjadi syarat masuk ke negara orang, maka kartu Nusuk menjadi syarat memasuki tempat-tempat suci, termasuk untuk tawaf dan wukuf di Arafah. Karena itu, kartu Nusuk harus benar-benar dijaga,” tegasnya lagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Padang Lawas Utara Kamaruddin Siregar, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sibolga Safrial Bahri Siregar, Kepala Bidang Pembinaan, serta unsur pelayanan satu atap dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Medan, Garuda Indonesia, Kantor Imigrasi, dan BRI.
Berdasarkan data kloter, jemaah termuda atas nama Abdul Halim Siregar berusia 24 tahun asal Kabupaten Padang Lawas, sedangkan jemaah tertua atas nama Roin Siregar berusia 86 tahun asal Kabupaten Padang Lawas Utara. ( ZL/Bahren)




0 komentar:
Posting Komentar